Langsung ke konten utama

Sejarah Singkat Desa Patuanan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memanusiakan Manusia; Walter Mischel

Teori Belajar  Sosial Kognitif Walter Mischel                         a.      Biografi Walter Mischel Lahir di Wina, Austria pada 22 Februari 1930. Bersama kakaknya Teodore awalnya jadi filsuf tumbuh di lingkungan kondusif tak jauh dari rumah Freud. Masa indahnya terenggut ketika Nazi menginvansi Austria pada 1938. Kemudian Mischel dan kelurganya pindah ke USA sampai akhirnya menetap di Broklyn sampai masa SD dan SMP-nya. Sebelum sempat kuliah, ayahnya sakit dan Walter terpaksa bekrja serabutan sampai akhirnya dia berhasil kuliah di New York University. Dia sangat tertarik pada seni lukis juga patung dan berbagi hidup menjadi seniman, juga mahasiswa psikologi di Greenwich Village. Saat perkuliahan ia muak dengan dosen yang selalu mengajarkan teori psikologi melalui eksperimen tikus yang menurutnya jauh dari manusia. Setelah lulus dia melanjut...

Sejarah Singkat Desa Patuanan

Ket: Sejarah Desa Patuanan sudah ditulis di wikipedia.id (disarankan baca revisi tunda untuk tulisan mutakhir) DESA PATUANAN Luas Wilayah : 195, 630 Ha­­ Jumlah Penduduk:Laki-laki (1529 orang), Perempuan (2433 orang) Total: 3962 org Jumlah  KK 1220 KK (2013) Kepadatan 48 jiwa/km  Pengenalan/Pendahuluan Patuanan adalah nama sebuah desa berbahasa Jawa Cirebon yang terletak di tengah-tengah masyarakat b erbahasa Sunda (Kecamatan Leuwimunding , Kabupatan Majalengka ). Bahasa Jawa Cirebon dituturkan oleh warga desa dalam kehidupannya sehari-hari sehingga terkadang warga desa sekitar nya sering menyebut desa ini sebagai “Jawa Tengah”. Jawa di tengah-tengah orang b erbahasa Sunda. Warga Desa Patuanan pada umumnya mampu menggunakan dua bahasa, yakni Bahasa Jawa Cirebon dan Bahasa Sunda. Bahasa Jawa Cirebon merupakan bahasa utama yang digunakan warga desa dalam percakapan sehari-hari hingga saat ini, termasuk acara resmi seperti khutbah jum’at atau pidat...

Rahmatan Lilalamiin

Islam adalah agama yang Rahmatan Lilaalamin, itu artinya setiap orang yang mengaku Muslim wajib memberikan rasa aman, damai dan menebarkan rahmat bagi sesamanya, lingkungan termasuk kepada mereka yang nonmuslim. Ketika keberadaan kita malah membuat lingkungan kurang kindusif; keberadaan kita tidak diharapkan lingkungan, maka kita telah gagal menjadi "agent Rahmatan lilaalamin". Oleh karena itu saudara-saudariku mari kita tunjukkan Islam itu agama cinta, perdamaian.