Langsung ke konten utama

Tuhan Maha Gaul

Tuhanku Maha Gaul
He he aneh ya temen-temen…aku seorang yang gak mengenyam bangku pesantren lama, gak bertitel ustad berani ‘menambah’  satu lagi Asma Tuhan…Ya, Allah Maha Gaul.
Begini-begini ,gaul maksudnya kalo Tuhan gak rebet, gak kaku gak bikin susah apalagi  ampe maksa maksa  makhlukNya. Tuhan sendiri yang bilang Innallha yuhibbul yusro wlaaayuriidu bikumul’usro. Artinya Tuhan sama sekali gak kaku, gak bikin susah apalagi rebet-rebet….. Ketika ada suatu perintah Tuhan, maka perintah itu disesuaikan dengan kemapuan hamba-Nya. Orang yang gak punya duit buat berangkat haji gak papa, gak bisa ngeluarin zakat malah dikasih zakat, shalat gak bisa berdiri boleh sambil duduk atau malahan sambil berbaring, gak nemu air boleh pake tayamum alias pake tanah….Gak rebet khan ?.
Aku dulu pernah dihinggapi penyakit  was-was. Duh capenya udah bersih suci aja rasanya masih belum aja..gak mau pegang bayi karena udah suuddzon dulaun kalo tuh bayi habsi ngompol, gakm mau duduk sembarangan, gak mau pake sajadah atau sarung orang takut gak suci, kalo ada tempat terbuka pernah kena anjing aku ogah duduk di sana padahal itu udah berbulan-bulan, udah kena ujan, angin segala-gala. Betapa rebetnya hidupku kala itu. Ada juga yang kurang faham kenapa Tuhan memberikan Jama dan Qashar, di tengah-tengah jalan turun menghilang untuk shalat. Ini mah bukan akunya he he.
Rasulullah sendiri gak pernah maksa atau bikin rebet…Rasulullah tidak pernah menyuruh para tentara yang memegang pedang untuk melepas pedang atau sepatunya saat shalat Cuma takut karena ada najis atau kotor apa lah… Rasulullah gak pernah maksa umatnya ngikutin jadi orang Arab, Rasul dengan tegas mengatakan tidak ada kelebihan antara orang Arab atau bukan Arab, yang membedakan mereka adalah ketakwaanya., aku diutus unutk menyempurnakan Akhlak…meskipun demiakian banyak yang memaknai sunah dengan menjadikan diri mereka ‘arabi’ dan menemakannya ‘islami’. Whatever lah…asal pada akur aja ya?.
Nah apa kawan-kawan yang terjadi sekarang di negeri ini?. Pernah denger NU, Muhammadiyah, Persis, LDII dan kawan-kawannya  ?.
Ya, mungkin kalo ditanyakan kepada kebanyakan orang mereka akan mengatakan kami lah yang paling benar “ahli sunnah waljamaah”. Masing-masing ormas itu mengklaim pewaris ahlusunnahwaljamaah itu, padahal sejak kapan ada istilah itu?. Apa udah ada dari jaman Rasulullah?. Atau mengatakan harus ikut ini itu, yang ada “Taatilah Allah dan Rasul dan ulil amri diantaramu….”
Masing-masing ormas itu entah kenapa kok malah jadi kayak mazhab. Aku yang sempat sekolah di basis NU, ketika ujian Fikih ditanya dahulu oleh sang guru. “Siapa yang bukan NU gak bakal dapat nilai 9 biarpun bagus kecuali bikin surat pernyataan kalo dia bukan orang NU?”. Weh weh. Pernah pula aku ditanya dan salah jawab oleh seorang Ustad yang kebetulan aku   sering bersilaturahmi ke rumahnya. “Hey, kamu aneh wan? Kemaren paku baju PKS sekarang PPP?, sebenarnya kamu agamanya apa NU atau Muhammadiyah?”:tanya sang ustad. Ya kujawab ringan aja:”saya bukan NU bukan Muhammadiyah”. Tiba-tiba ustad yang gampang senyum itu memereah mukanya dan marah marah sama akunyah yang polos ini he he. Aneh aneh. Katanya kalau NU itu ngikut Imam Syafii yang lain kagak. Padahal apa sih tujuan awal didirikannya ormas NU ini?. Kalupun ada mazhab Syafii, Hambali, Maliki atau lainnya, adakah naash yang mewajibkan mengkuti mereka, atau adakah para imam itu ‘maksa’ suruh ikut mereka dan jangan ikut yang lain?.
Lebaran, gak usah diomongin lagi lah udah pada tau khan?. Kata salah satu temanku yang asli Madura: “Kalo di Madura itu 99%-nya Islam dan sisanya Muhammadiyyah ?”. Lho lho lucu ya kawan …..Gara gara yang satu pake qunut yang satunya gak, jadi gak akur…haduhhhhh….orang lain udah nyampe bulan kita masih ngeributun itu itu aja, lha kapan mau majunya pak?.
Yuk kawan-kawan seiman, bersatulah pada tali agama Allah dan jangan bercerai-berai…. aku yakin banget kalo Tuhan kita gak bakal “sewot” Cuma gara-gara kita bukan orang NU, MUhammadiayh, Persis atau lainnya…Tapi gak tau tuh kalo emang ada temen-temen yang tuhannya maksa mesti ngikut ormas ini atau itu atau ngikut mazhab ini atau itu. Kalo Tuhanku mah kagak, yakin…Tuhanku kan gaul getho…so siapa yang mau ikut ?.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memanusiakan Manusia; Walter Mischel

Teori Belajar  Sosial Kognitif Walter Mischel                         a.      Biografi Walter Mischel Lahir di Wina, Austria pada 22 Februari 1930. Bersama kakaknya Teodore awalnya jadi filsuf tumbuh di lingkungan kondusif tak jauh dari rumah Freud. Masa indahnya terenggut ketika Nazi menginvansi Austria pada 1938. Kemudian Mischel dan kelurganya pindah ke USA sampai akhirnya menetap di Broklyn sampai masa SD dan SMP-nya. Sebelum sempat kuliah, ayahnya sakit dan Walter terpaksa bekrja serabutan sampai akhirnya dia berhasil kuliah di New York University. Dia sangat tertarik pada seni lukis juga patung dan berbagi hidup menjadi seniman, juga mahasiswa psikologi di Greenwich Village. Saat perkuliahan ia muak dengan dosen yang selalu mengajarkan teori psikologi melalui eksperimen tikus yang menurutnya jauh dari manusia. Setelah lulus dia melanjut...

Sejarah Singkat Desa Patuanan

Ket: Sejarah Desa Patuanan sudah ditulis di wikipedia.id (disarankan baca revisi tunda untuk tulisan mutakhir) DESA PATUANAN Luas Wilayah : 195, 630 Ha­­ Jumlah Penduduk:Laki-laki (1529 orang), Perempuan (2433 orang) Total: 3962 org Jumlah  KK 1220 KK (2013) Kepadatan 48 jiwa/km  Pengenalan/Pendahuluan Patuanan adalah nama sebuah desa berbahasa Jawa Cirebon yang terletak di tengah-tengah masyarakat b erbahasa Sunda (Kecamatan Leuwimunding , Kabupatan Majalengka ). Bahasa Jawa Cirebon dituturkan oleh warga desa dalam kehidupannya sehari-hari sehingga terkadang warga desa sekitar nya sering menyebut desa ini sebagai “Jawa Tengah”. Jawa di tengah-tengah orang b erbahasa Sunda. Warga Desa Patuanan pada umumnya mampu menggunakan dua bahasa, yakni Bahasa Jawa Cirebon dan Bahasa Sunda. Bahasa Jawa Cirebon merupakan bahasa utama yang digunakan warga desa dalam percakapan sehari-hari hingga saat ini, termasuk acara resmi seperti khutbah jum’at atau pidat...

Rahmatan Lilalamiin

Islam adalah agama yang Rahmatan Lilaalamin, itu artinya setiap orang yang mengaku Muslim wajib memberikan rasa aman, damai dan menebarkan rahmat bagi sesamanya, lingkungan termasuk kepada mereka yang nonmuslim. Ketika keberadaan kita malah membuat lingkungan kurang kindusif; keberadaan kita tidak diharapkan lingkungan, maka kita telah gagal menjadi "agent Rahmatan lilaalamin". Oleh karena itu saudara-saudariku mari kita tunjukkan Islam itu agama cinta, perdamaian.